myudiman

Perfect Leisure di Inaya Putri Nusa Dua Bali

In Jalan-jalan on November 16, 2016 at 11:04 pm

Pulau Bali, telah lama dikenal sebagai destinasi wisata terkemuka tak hanya untuk wisatawan domestik, juga mancanegara. Pulau Dewata ini, sepertinya tak pernah kehabisan ragam pesona wisata yang senantiasa menarik untuk dieksplorasi. Tentu saja, pesona wisata yang ditawarkan Bali bukan sekedar keindahan pantai-pantainya yang membentang di sepanjang pulau. Keragaman eksotisme budaya, dan sajian kulinernya selalu memikat siapapun yang berkunjung ke sana.

Selama beberapa kali ke Bali, saya telah mengunjungi beberapa kawasan. Sebut saja, Kuta, Seminyak, Jimbaran, Ubud, Kintamani. Namun, dari sekian banyak tempat itu. Ada suatu kawasan yang saya masih dalam wish list saya. Tempat itu adalah Nusa Dua. Sebuah enklave resor besar internasional berbintang lima di tenggara Bali. Terletak 40 kilometer dari Denpasar, ibukota provinsi Bali. Kawasan Nusa Dua menjadi salah satu pusat industri MICE di Bali. Beberapa konfrensi internasional setingkat APEC, maupun yang diselenggarakan oleh PBB serta konfrensi internasional lain, diselenggarakan di kawasan ini. Terakhir, Sidang umum Interpol juga berlangsung di Nusa Dua, pada 7-10 Nopember 2016.

Oleh karena itu, ketika menerima undangan untuk merasakan sendiri kenyamanan dan kemewahan untuk tinggal di kawasan Nusa Dua, bersama tiga blogger asal Jakarta, ini seperti pepatah pucuk dicinta ulam tiba. Pada Minggu, 13 Nopember 2016 saya pun berkesempatan menikmati salah satu keindahan kawasan Nusa Dua di Hotel Inaya Putri yang baru diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Suwandi, dua hari sebelumnya.

Berada di kawasan Nusa Dua yang eksklusif, keramahtamahan ala Bali sudah terasa sejak memasuki area masuk INAYA Putri Nusa Dua. Resor nyaman dan berkelas ini sungguh tepat menjadi sarana menginap untuk sesaat “melarikan diri” sejenak dari keriuhan kota dan aktifitas kerja yang padat, dan menikmati pelayanan yang sempurna dan pengalaman terbaik khas Bali yang ditawarkan Inaya Putri Nusa Dua Bali.

20161113041113_img_2938

Area lobby

Ekslusifitas Hotel Inaya Putri Nusa Dua, sudah bisa dirasakan saat kita turun dari kendaraan. Para tamu akan memasuki kawasan lobby hotel dengan arsitektur yang megah, berbalut paduan material kayu yang mendominasi, menyambut tamu dengan nuansa eksotis. Ruangan lobby yang terbuka di semua membebaskan pandangan kita untuk melihat seluruh area resort, sejak dari kolam renang, kamar, restoran hingga kawasan pantai yang luas di sisi belakang.

20161113053343_img_2970

View ke lobby hotel dari sisi pantai

Saya kemudian mendapat informasi, ternyata lobi utama Hotel Inaya Putri Nusa Dua ini, ini didesain oleh arsitek terkemuka Indonesia yang sekarang menjabat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil alias Kang Emil. Pantes saja, Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Kang Emil dengan firma arsitek Urbane yang didirikannya telah banyak dikenal telah mendesain beberapa gedung dan bangunan keren, tak hanya di Indonesia, juga di beberapa negara di Asia dan Timur Tengah.

Kembali ke lobby hotel, desainnya memang unik, dengan mengadopsi bentuk lumbung padi yang umumnya tersedia dalam kehidupan pedesaaan yang dalam Bahasa Bali dinamakan Jineng. Detail atap desain cukup tinggi dengan tonggak-tonggak pendukung yang mencitrakan nilai-nilai dan filosofi tradisional serta merefleksikan pentingnya peranan lumbung padi bagi masyarakat tradisional, khususnya di Bali, karena lumbung merupakan bagian penting dari kehidupan mereka.

Begitu urusan chek in di meja resepsionis beres, saya pun diantar menggunakan boogey car berkapasitas empat orang ke area resor, melalui sebuah jalan yang kaya akan sentuhan nafas dan kehidupan Bali. Kawasan ini disebut area Penglipuran. Ingatan saya langsung kembali ke Desa Penglipuran, sebuah desa wisata yang terletak di kawasan Kintamani dan Gunung Batur, yang saya kunjungi sehari sebelumnya.

20161113052956_img_2962

Area Penglipuran

Di area penglipuran ini terdapat tujuh bangunan yang memiliki nama berdasarkan Tujuh Dewi yang menjadi Jiwa INAYA Putri Bali. Ketujuh dewi yang dilambangkan pada tujuh bangunan puri tersebut adalah Rukmini (Dewi Kecantikan), Saraswati (Dewi Pengetahuan, Seni Spiritualis dan Musik), Sri Laksmi (Dewi Kemakmuran), Dewi Sri (Dewi Kesuburan), Parwati (Dewi Alam Semesta), Uma (Dewi Tanpa Batas), dan Sinta (Dewi Cinta dan Kemurnian). Saya kebetulan mendapatkan sebuah kamar deluxe di area Saraswati, dengan akses ke kolam renang pribadi di bagian depannya.

20161113043802_img_2953

Kamar deluxe dengan dua tempat tidur

Tentu, Hotel Inaya Putri Nusa Dua tentu saja tak hanya mementingkan detail yang berkesan etnik. Resor ekslusif ini tetap mengedepankan faktor kenyamanan bagi para tamunya. Resor ini memiliki total 460 kamar, setiap fasilitas kamar yang tersedia di INAYA Putri Bali terdiri dari beberapa pilihan kamar dan suite yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para tamu. Diantaranya, Deluxe Room, Deluxe Pool Access, One Bedroom Suite, One Bedroom Suite Oceanview dan Two Bedroom Suite. Privasi juga ditawarkan dalam konsep berkelas internasional di deretan The Village, area vila dengan dua tipe yakni One Bedroom Villa dan Two Bedrooms Villa.

20161113044613_img_2958

Kolam renang pribadi di depan kamar

Tak hanya kenyamanan yang ditawarkan Inaya Putri Nusa Dua, melalui beragam pilihan kamar sebagai tempat menginap, plus desain arsitektur dengan tema Bali yang sangat kuat. Resor menawan ini juga menyajikan layanan Food & Beverages yang pastinya akan membuat pengalaman menginap tamu semakin berkesan. Tersedia beberapa restoran yang menawarkan aneka pilihan rasa dan konsep.

Karena datang ke Inaya Putri Nusa Dua saat sore hari, saya berkesempatan untuk menikmati makan malam di Restoran Homaya yang menyajikan masakan tradisional Indonesia. Restoran Homaya sendiri, buka sejak pukul 17.30 hingga pukul 23.00. Menu yang ditawarkan, bervariasi sejak ayam, dan ikan bakar, sate, rendang, nasi goreng, gado-gado, perkedel, hingga babi kecap dengan tiga pilihan nasi; nasi putih, nasi kuning, dan nasi merah. Saya memilih ikan kakap bakar bumbu Parape, dengan makanan pembuka berupa palai udang (Makassar), dan ayam pelalah yang merupakan makanan khas bali.

Makan malam sambil dihibur band lokal

Makanan pembukanya sungguh sangat menggoda. Palai udang, adalah pepes udang kecil (ebi) yang disajikan dengan serundeng kelapa, dilengkapi daun kemanggi serta dibungkus daun pisang. Sementara ayam pelalah, adalah ayam suwir yang disajikan manis, dilengkapi sambal tomat, kacang panjang dipadu kesegaran jeruk lemon Bali. Kelezatan kedua makanan pembuka ini, semakin menambah rasa penasaran kami dalam menyantap hidangan utama. Ikan bakar Parape. Untuk pilihan nasinya, saya memilih nasi kuning. Ternyata, makanan utamanya cukup terpujikan. Ikan bakarnya dibakar dengan kematangan mendekati sempurna, dengan taburan cabe rawit hangat diatas ikan yang dibakar. Rasa nasi kuningnya ternyata plain alias tidak diberi tambahan rasa asin, seperti umumnya nasi kuning yang kita makan saat sarapan. Ini cocok karena ikan bakarnya sudah sangat gurih dan kaya akan rasa. Kesempurnaan acara makan malam semakin lengkap dengan hiburan band lokal yang membawakan lagu  Stand By Me dan Cottonfield.

Selain itu, masih ada Ja’Jan Bistro yang berada tepat satu level di bawah area lobby menjadi tempat yang pas bagi siapapun untuk menikmati suasana santai dan kasual. Di sini tamu dapat menikmati menu-menu pilihan seperti aneka snacks, light meals, signature blended tea yang seluruhnya tepat untuk dinikmati di waktu santai.

Selain Restoran Homaya dan Ja’Jan Bistro, sajian kuliner Hotel Inaya Putri juga bisa diperoleh di Gading Restaurant yang menjadi restoran utama hotel ini, dan menjadi lokasi yang sangat tepat untuk menikmati matahari pagi dengan beragam jamuan terbaik untuk para tamu. Ruang makan di Gading restoran didesain terbuka dan menyatu dengan alam sekitar, menjadikan restoran dengan kapasitas 250 tempat duduk ini lokasi yang tepat untuk memulai aktifitas di pagi hari dengan sarapan sembari menikmati pemandangan laut yang memesona.

20161113053259_img_2968

Kolam renang besar di depan Resto Homaya

Setelah menikmati makan malam di Homaya, saya beserta dua blogger dari Jakarta Evi Puspa dan Ventura Elisawati, janjian untuk berenang di kolam renang utama yang berlokasi di depan restoran. Kami menunggu selama sekitar 30 menit setelah makan, agar perut dapat mencerna sajian yang kami santap sebelum turun ke kolam renang. Ternyata berenang di bawah sinar rembulan Bali yang mendekati purnama adalah salah satu pengalaman yang paling memorable saat kunjungan ke Bali kali ini. Air kolamnya hangat, dan tak hanya kami, beberapa wisatawan asal Cina juga turut bergabung bersama kami.

Demikianlah, kunjungan ke Bali kali ini menimbulkan kesan khusus. Ini karena saat berada di INAYA Putri Bali Nusa Dua, saya tidak hanya menikmati perfect leisure tetapi Bali seutuhnya, karena setiap aspek di INAYA Putri Bali mencerminkan keramahan dan kemegahan tradisi Bali, sehingga mengunjungi INAYA Putri Bali tidak hanya sekedar berlibur atau bersantai, juga sejumput kenangan yang akan tetap tinggal dalam ingatan. (*)

 

 

INAYA Putri Bali

Kawasan Wisata Nusa Dua Lot S-3 Bali – Indonesia

Phone: +62 361 774 488

http://www.inayahotels.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: