myudiman

Catatan dari Rapat Umum Anggota Bandung Creative City Forum – BCCF 26 Januari 2012

In Umum on Januari 27, 2013 at 12:23 am

398080_10151360669109730_2045099538_n

 

Pada Sabtu 26 Januari 2013, Bandung Creative City Forum (BCCF) menggelar hajat demokrasi dalam bentuk Rapat Umum Anggota (RUA) di Hotel Sawunggaling Jl. Tamansari Bandung. RUA ini merupakan salah satu kegiatan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BCCF.

RUA dibuka tepat pada pukul 09.00 – sempat diskorsing selama satu jam, agar RUA memenuhi kuorum – beragendakan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus BCCF periode 2009 – 2013, dan pemilihan pengurus baru 2013 – 2017.

Setelah skorsing dibuka kembali, acara RUA diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tita Larasati, Kordinator CEN didapuk menjadi dirigen dan memimpin kumandangan lagu kebangsaan. Pimpinan RUA kemudian disepakati terdiri dari lima orang yaitu Rizky Adiwilaga, Mohamad Rohman, Tita Larasati, Andar Manik dan Fiki Satari.

Ketua BCCF 2009 – 2013, Ridwan Kamil lantas dipersilakan untuk menyampaikan LPJ-nya. Dalam LPJ-nya Emil, demikian ia biasa disapa, memaparkan pencapaian BCCF selama empat tahun masa kepengurusannya.

Hidup adalah Udunan

Beberapa yang menarik dicuplik, diantaranya adalah semangat yang mengawali perjalanan BCCF berupa tagline “Hidup adalah udunan” yang digagas Dadang Hermawan aka Mang Utun yang menjadi kredo ajaib dan kreatif para pegiat Bandung untuk memulai serangkaian kegiatan dan agenda kreatif pada 2008 dan terus berlanjut hingga sekarang ini.

Selain itu, kepengurusan Emil juga sukses menggelar 126 kegiatan kreatif dalam payung kegiatan Helarfest, SemarakBdg, Kampung Kreatif, dan beragam kegiatan untuk merespon isu-isu perkotaan, khususnya dalam pengelolaan taman, sungai, hutan dan kawasan pemukiman padat di perkotaan. BCCF dibawah Emil juga turut menginisiasi diluncurkannya Bike.bdg, yang boleh diklaim sebagai satu-satunya konsep bike sharing di dunia yang dikelola secara swakelola oleh komunitas. Di berbagai negara, konsep bike sharing sudah banyak dibuat dan umumnya dikelola oleh negara.

Sebagai Ketua BCCF 2009-2013, Emil telah menanam fondasi yang kokoh untuk BCCF sebagai sebuah perkumpulan kreatif. Ketika pada tahun-tahun pertama BCCF sempat “luntang-lantung” karena tidak memiliki sekretariat tetap, pada april 2012, BCCF kemudian memiliki sekretariat tetap di Simpul Space #2 Jl. Purnawarman 70 Bandung yang menjadi ‘rumah’ bagi berbagai komunitas kreatif di Kota Bandung dalam beraktifitas.

Secara organisasi, BCCF juga melengkapi diri dengan beragam aspek legal dan perangkat administrasi sejak akta pendirian, NPWP, rekening Bank, staf seretariat, hingga situs website dan majalah sebagai media publikasi dan komunikasi. BCCF juga tak hanya memiliki aset berwujud (tangible), juga aset tak berwujud (intangible) berupa merek-merek Helarfest. .bdg, maskot surili dan logo Magz.Bdg.

Para peserta kemudian dipersilakan menanggapi LPJ yang disampaikan Emil. Para peserta umumnya merespon positif LPJ yang dipaparkan, dan sepakat secara bulat dapat menerima LPJ dengan beberapa catatan, diantaranya penyampaian laporan keuangan lengkap dan penyelesaian hutang piutang antara BCCF dengan anggota-nya, selambat-lambatnya 14 hari sejak RUA dilaksanakan.

558376_10151360675079730_583886872_n Dari ‘Tukang Arsitek’ ke ‘Tukang Kaos’

Setelah istirahat makan siang, RUA dilanjutkan kembali dengan agenda pemilihan pengurus/ketua BCCF periode 2013 – 2017. Pimpinan rapat Rizky Adwilaga menginformasikan kepada para peserta, bahwa sesuai aturan dan tatacara pemilihan Ketua, hingga batas akhir pendaftaran tanggal 23 Januari 2013, hanya satu orang saja yang mengajukan diri dan mendapat tandatangan dukungan dari minimal 20 orang anggota.

Satu orang calon ketua BCCF yang mendaftarkan diri itu adalah Tb. Fiki C. Satari, yang sehari-hari adalah pengusaha kloting “Airplane Systm” dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Program BCCF 2009-2013. Fiki mengantongi 23 tandatangan dukungan dan 2 dukungan yang dikirim melalui email. Fiki juga menyertakan surat pernyataan kesediaan menjadi Ketua BCCF yang ditandatangani di atas materai.

Karena hanya satu orang saja yang mencalonkan diri, RUA sepakat menerima pencalonan Fiki sebagai Calon Ketua, dan setelah Fiki diminta menyampaikan pidato pencalonannya, RUA pun secara aklamasi menyetuji Fiki sebagai Ketua BCCF periode 2013-2017.

Fiki dalam pidato pencalonannya menyoroti peran BCCF yang tidak hanya sebagai kumpulan pegiat dan  komunitas kreatif kota Bandung, juga berusahaan melakukan sinergi antara komunitas dengan pegiat kreatif yang dapat menghasilkan solusi-solusi kreatif untuk beragam permasalahan yang dihadapi oleh Kota Bandung. Fiki juga akan berusaha untuk meningkatkan peran dan posisi tawar BCCF di tingkat lembaga, sehingga seperti yang diharapkan oleh Ketua BCCF sebelumnya “BCCF ke depan idealnya menjadi kelompok pemikir kreatif dan solutif atas beragam permasalahan kota yang dihadapi oleh Bandung, ” ungkap Emil.

Selain itu, menurut Fiki, “BCCF akan mencoba membantu kepentingan berbagai komunitas, dengan sistem keanggotaan yang lebih sustain  peran BCCF sebagai penyedia solusi kreatif bagi permasalahan yang dihadapi oleh Kota Bandung akan semakin kuat,” jelasnya. Fiki juga akan memperkuat potensi ekonomi kreatif yang bisa digali dari berbagai program-program kreatif yang digelar BCCF dan melibatkan masyarakat Kota Bandung.

Fiki juga menyoroti pentingnya kaderisasi dalam kepengurusan BCCF. Ia menilai alih kepengurusan dari Emil kepada dirinya, dari sisi usia sudah tepat karena hanya berselisih empat tahun. Ia mengharapkan, pada akhir kepengurusannya nanti, BCCF akan diisi oleh para pengurus yang lebih muda dari sisi usia, namun dengan ide dan gagasan yang lebih segar dan lebih kreatif.

Setelah tak lagi memimpin BCCF, Emil berencana untuk fokus mengelola firma arsitektur Urbane miliknya, menggagas berbagai program-program kreatif berbasis desain dan arsitektur yang menjadi keahliannya, serta berencana memulai karir baru di bidang politik dan pelayanan publik.

Secara khusus, RUA – BCCF juga memberikan penghormatan dengan pembacaan doa kepada alm. Wawan Juanda (Republik Entertainment), salah satu anggota dan pendiri BCCF yang meninggal dunia pada 2010 lalu dan telah banyak menghasilkan beragam karya berupa penyelenggaraan beragam festival kreatif di Kota Bandung.

Terimakasih Kang Emil. Selamat menghasilkan karya-karya kreatif Kang Fiki. (*)

602936_10151360679774730_2051378067_nFoto-foto: Dudi Sugandi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: