myudiman

Mencari Tempat Nongkrong dan Kongko yang asyik di Tasik

In Tidak terkategori on September 12, 2012 at 3:52 am

Dimanakah tempat nongkrong dan kongko asyik di Tasik? Pertanyaan itu muncul saat saya membawa rekan dari Jakarta, berkunjung ke Tasikmalaya pada sekitar pertengahan tahun 2010 lalu.

Sayapun sempat kebingungan. Sudah tidak lagi tinggal di Tasik, dan tentu saja tidak updated dengan lokasi-lokasi nongkrong favorit orang Tasik. Yang kemudian terlintas adalah membawa ke mal Asia Plaza, karena pasti ada kedai kopi yang cukup refresentatif untuk tempat ngobrol dan kongko-kongko. Benar saja. Di Asia Plaza kami bisa ngopi di sebuah kedai kopi yang terletak di lantai dasar mal terbesar di Tasik ini.

Seingat saya tahun 1990an dulu, tak perlu susah dan bingung kalo sekedar mencari tempat nongkrong di malam hari. Jika kelasnya “goler” alias pinggir jalan, di Pasar Pancasila lama ada beberapa warung angkringan yang bisa dijadikan pilihan. Aneka jajanan di warung angkringan ini standar saja, aneka gorengan, telor setengah matang, teh manis atau kopi, dan rokok. Nah, disini biasanya kita bisa duduk berlama-lama ngobrol sambil comot satu dua penganan yang tersaji.

Tapi tentu saja, untuk warung angkringan yang legendaris di Tasik tak lain dan tak bukan adalah warung Oni di sudut jl HZ Mustofa dan Yudanegara, persis di depan Masjid Agung Tasikmalaya. Oni berjualan dari sejak menjelang magrib hingga dinihari. Namanya juga angkringan, yang dijual Oni sama seperti kebanyakan angkringan lain, hanya saja di Oni tersedia nasi bungkus, dan lauknya sekaligus.

Satu lagi kelebihan Oni adalah keramahan dia saat memberikan service kepada pelanggannya. Hanya saja ini juga yang bikin rekan dan sahabat saya Aria Uyung Krisna jengkel. “Si Oni tuh, kalau kita pesannya es jeruk, nasi dan lauk, dia manggil kita bos. Giliran kita cuma pesen teh manis, manggilnya jadi Ujang…” katanya sambil mesem-mesem …

Eh, ini mau ngobrolin tempat nongkrong atau warung angkringan? Kembali ke laptop. Saat ini, kabarnya sudah banyak tempat nongkrong favorit di Tasik yang buka hingga larut malam. Malam minggu, kawasan alun-alun dan sepanjang jalan Otista ramai oleh club motor yang memarkir tunggangan mereka di beberapa sudut jalan.

Di kawasan Jl. Dr. Sukarjo dekat Simpang Lima ada warung Citebaks, yang menjadi pilihan lokasi kongko beberapa komunitas. Warung bandrek di depan kantor PR, Kedai Madu di Jl. Tawangsari, selain tentu saja warung kopi di Mal seperti yang saya sebut di awal tulisan, bisa dijadikan pilihan tempat nongkrong dan kongko yang asyik.

Sejatinya, kehadiran tempat kongko dan ngumpul-ngumpul di sebuah kota menunjukan tingkat “kesehatan” kota tersebut. Masyarakat kota tidak takut keluar dari rumah mereka di waktu malam, karena tingkat kriminalitas dan kejahatan relatif minim. Meski tentu saja tak bisa dipungkiri ancaman dari kehadiran berandalan motor sempat menjadi momok yang menakutkan, namun berharap itu tidak terjadi di kota Tasik.

Di tempat kongko, para kongkoers tak hanya datang untuk minum kopi, aneka penganan enak dan kemudian melamun. Di tempat nongkrong dan kongko inilah kita bisa bertukar ide dan gagasan positif untuk pengembangan diri, komunitas, masyarakat dan kota. Dari situ diharapkan lahir ide-ide besar yang kemudian mewujud dalam aksi nyata. Apapun bentuknya.

Nah, jika sudah begini tak sabar ingin merasakan atmosfir perkongkoan di Tasik. Mau kongko dimana nih?

  1. saya pernah ke citebaks, Mantap kang (y)

    salam kenal blogger tasik kang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: