myudiman

Ponsel

In Umum on September 17, 2008 at 5:31 am

Sekarang ini, ponsel nampaknya telah menyatu dalam kehidupan manusia modern, khususnya di Indonesia. Mengapa saya katakan di Indonesia? Kenapa tidak di seluruh dunia? Akui saja, tidak perlu jauh-jauh. Bahkan tukang ojeg di di depan komplek dekat rumah saya pun sudah menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan pelanggannya.

Intinya, manusia modern pasti menggenggam hp. Apalagi saat sekarang ini, dimana perang tarif sudah dikibarkan para operator penyelenggara layanan. Setidaknya 2 hingga 3 nomor dari operator berbeda digunakan agar biaya komunikasi menjadi lebih irit dan murah.

Kembali ke ponsel, rasanya, sulit dibayangkan jika sehari saja kita tidak menggenggam peranti komunikasi ini. Di masa lalu, telepon umum sempat jadi primadona, ditambah wartel yang tersebar di mana-mana. Seiring perkembangan teknologi wirelesss, senjakala kemudian segera saja menyergap kedua layanan telekomunikasi ini. Boleh dikata, wartel menjadi salah satu jenis usaha yang menunggu ajal pelan-pelan, karena tak banyak lagi yang membutuhkan.

Nah, beberapa waktu lalu, saya sempat merasakan kerepotan karena ponsel saya tidak bisa saya gunakan. Rusak? bukan sodara. Ponsel saya hilang, dicopet orang saat dalam angkot menuju masjid salam ITB, waktu hendak menunaikan ibadah shalat jumat.

Boleh jadi saya teledor, dan tak awas hingga ponsel 3110 Classic yang saya simpan di tempat ponsel di sabuk saya, sempat-sempatnya berpindah tangan. Proses hilangnya mungkin tak perlu saya ceritakan karena bikin dongkol dan gondok setengah hidup.

Hanya saja karena terhalang waktu untuk shalat jumat, saya tidak langsung melapor dan memblokir nomor saya ke operator. Hebatnya, waktu dua jam antara ponsel saya hilang, shalat jumat dan saat saya melapor ke kantor operator, digunakan si copet untuk menghubungi beberapa teman dan meminta pulsa. Sialnya, beberapa teman pun percaya dan terpedaya dengan permintaan si copet yang mengatasnamakan saya.

Anyway, ini kehilangan ponsel saya yang kedua kalinya, setelah saya jadi pengacara/enterpreneur. Herannya waktu masih jadi karyawan, belum pernah kejadian ponsel saya hilang karena dicopet. Ponsel saya yang pertama kali dicopet adalah Nokia Communicator 9210i, yang menyimpan data/nomor telepon penting yang saya dapat sejak saya pertama bekerja.

Kerepotan yang muncul karena hilangnya ponsel adalah kita praktis terputus dengan “dunia sekitar” Terlebih, saya bukan tipe orang yang selalu mengingat nomor telepon. Selain karena saya tidak memiliki kemampuan fotografic memory, saya juga orang yang masuk kategori cepet inget cepet lupa hehehe

Lesson from this. Rajin-rajinlah menyimpan nomor telepon kolega, teman, pacar, mitra bisnis dan yang anda anggap penting di tempat lain. bisa di buku tulis atau komputer. diharapkan dengan cara itu, nomor anda bisa aman, meski anda kehilangan ponsel anda berkali-kali. Tapi yang lebih penting lagi, ya jangan sampai kecopetan dong. Emang enak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: